Sebenarnya, jarak dari rumah ke kantorku itu sangat dekat. Sekitar 100 meter saja. Tapi, kenapa ya? rasanya malas untuk berangkat ke kantor lebih pagi.
Masih ingat ceritaku saat masih di Banjarmasin?
Hidupku selalu dikejar waktu. Macet yang tidak terprediksi, jalanan yang rusak, hujan yang menyebabkan banjir, dan lain-lain. Hidup di Pangkalpinang ini benar-benar menyenangkan untuk orang yang tidak suka diburu tenggat waktu seperti aku.
Tapi tetap saja, setiap pagi aku selalu nyaris terlambat (^_^)
Aku pikir, suamiku punya andil untuk semua ini. Beliau orang yang menikmati benar detik-detik terakhir. Beliau pecinta tenggat waktu!
Masalahnya, aku tidak suka dengan tenggat waktu. Jantungku benar-benar berdebar kala jarum jam dinding mulai mendekati injury time. :Ysigh:
Namun, tetap saja, hidup berdua dengan suami tetap terindah. Paling tidak, kalau terlambat, kami terlambat berdua (^_^)

waw…..indah banget,mesra banget, bahagia banget.
andai saja istriku bisa seperti anda. meng-agungkan suami.
pasti deh hidup ini terasa indah.
Makasih, Pak Nugi…
Saya doakan semoga istri Pak Nugi bisa mencintai Bapak dengan tulus