Hari Keberuntunganku

Mungkin agak terlambat, tapi aku ingin mendeklarasikan bahwa Hari Rabu, 19 Agustus 2009, adalah Hari Keberuntunganku! (^_^)

Apa pasal? Sebentar lagi aku ceritakan…

Hari itu, dengan susah payah aku bangun pada pukul 03.30 WIB untuk makan sahur. Hehehe, aku masih punya utang puasa satu hari.

Setelah memasak telur dadar martabak untuk sahur, aku pun makan. Setelah shubuh, aku kembali tidur. Ajaib, aku bangun lebih awal dan tiba di kantor juga lebih awal. (^_^)


Siangnya, aku berencana memindahkan uang dari rekening BRI ku ke rekening BNI dan Mandiri. Jumlahnya cukup besar sehingga penarikan dari rekening BRI tidak dapat dilakukan di mesin ATM. (Tapi tidak cukup besar untuk dibuntuti orang dan dirampok, loh! :p)

Rencananya, aku akan memulai “aksi”-ku pada sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, karena banyaknya pekerjaan, “aksi”-ku akhirnya tertunda sampai pukul 11.00 WIB.

Terlalu siang sebenarnya. Apalagi ketiga bank di atas terkenal dengan “antrian panjang di teller”-nya. (Walaupun belum bisa mengalahkan antrian BCA :p)

Aku pun berangkat ke BRI. Betul saja, aku mendapat nomor antrian 249, sedangkan yang sekarang sedang mengantri masih sampai nomor 198. Wadow!

Aku harus nunggu sampai kapan? (@_@)

Aku pun bicara dengan Pak Satpam-nya: “Pak, kalau saya pulang, dan kembali lagi siang nanti, apa saya harus mengambil nomor antrian baru?” Aku bertanya sambil menunjukkan nomor antrianku.

“Oh, tidak usah, Bu!” Jawab Pak Satpam-nya.

Aku pun pulang, sholat Dhuhur, dan tidur siang.

Ternyata aku terlalu lelap tidur. rencananya bangun pukul 13.00 WIB, malah bangun pukul 13.45 WIB. Waduh, aku hampir terlambat. Pukul 15.00 WIB bank tutup untuk nasabah.

Akupun menuju BRI, di sana kutunjukkan kartu antrianku. Ternyata aku langsung disuruh mengantri. :p

Setelah selesai mengambil danaku di rekening BRI, tugasku selanjutnya adalah membaginya untuk masuk ke rekening Mandiri dan BNI.

Aku lupa membawa jam tanganku, sehingga aku sama sekali tidak tahu, pukul berapa sekarang.

Aku masuk Mandiri, ternyata baru pukul 14.30 WIB, masih ada setengah jam lagi.

Beruntung, tidak ada antrian sama sekali! sehingga aku langsung melenggang menuju teller. Padahal bank ini terkenal mengantri panjang juga, loh.

Setelah selesai dengan urusan di Mandiri, aku langsung menuju BNI. Sampai di BNI, aku disambut oleh mesin antrian.
“Tekan ini untuk mengantri.” begitu bunyi petunjuk di mesin itu.

Akupun menekan tombol di mesin itu untuk mendapatkan kartu antrian.
Aku mendapatkan antrian nomor 484.

Selagi aku mengambil karti antrian itu, samar aku dengar antrian dipanggil. “448″

Waduh, masih lama! Sempat gak ya?

Aku pun duduk menunggu nomor antrianku dipanggil.
Selagi aku duduk, seseorang di depanku tiba-tiba menyerahkan dua kartu antrian. “Ambi saja, Mbak. Saya juga nemu.”
Kartu antrian “460″ dan “462.”

Hore… Aku mengambil kartu antrian “460″ dan memberikan kartu antrian “462″ pada orang di sebelahku. Dan nomor antrian yang dipanggil adalah nomor “458.”

Tidak menunggu lama, nomor antrian (baru) ku pun dipanggil. Aku menyelesaikan tugasku hari ini dengan baik. Padahal awalnya aku pasrah, kalau hari ini tidak selesai pun tidak apa-apa. Alhamdulillah.

Karena itulah, aku menganggap hari itu adalah hari keberuntunganku.
Walaupun ada yang bilang: “Keberuntungan itu tidak ada.” Bagiku tidak masalah selama aku masih merasa beruntung, karena itu artinya aku sedang bersyukur atas nikmat Allah yang diberikan padaku. (^_^)

Tentang Yeptirani

Yeptirani Syari binti Eko Yulias Boedi Lahir di Pasuruan pada hari Jumat terakhir di bulan keempat tahun 1984. Berdarah Banjar-Jawa (dengan sedikit campuran China). Memiliki hobi menulis cerita, baik pendek maupun panjang..
Catatan ini telah ditulis dalam Cerita, Kotaku, Perasaan Hati dan di-tag dengan , , , . Penunjuk permalink.

2 Respon untuk Hari Keberuntunganku

  1. Noboru Akabara berkata:

    Hmm…
    Sometimes, Allah memberi kemudahan kepada kita ketika kita tidak lupa padanya. Entah disadari atau tidak, kepasrahan kita kepadanya (tawakal) membawa kita pada keberkahan iman.

    Sungguh Allah telah berjanji, sesungguhnya setelah kesusahan ada kemudahan, dan jika satu pekerjaan telah selesai dengan baik maka selesaikanlah pekerjaan yang lain dengan baik pula.

    Dengan selalu berpositif thinking kita akan merasakan hidup tenang tanpa beban.
    Keep istiqomah.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s